Ukhti Manda Bercerita

Bismillahirrahmanirrahiim

Merenungkan usia October 31, 2009

Filed under: Uncategorized — Amanda Tiara Averousi @ 6:47 am

Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Bismillahirrahmanirrahiim..

Lama tidak nulis postingan baru, memunculkan banyak hal yang ingin saya sharing termasuk pemikiran di hari kemarin. Entah mengapa, saya terpikirkan usia saya yang mengurang di tiap harinya. Maka, apakah kau tidak menyia-nyiakan usiamu?

Kemarin, saya bertemu dengan seorang ukhti yg sangat menginspirasi saya di sore itu. Namanya Teh Odah, murabbi tahsin Al-Quran di NK, sekaligus pengurus sebuah panti asuhan dan pentarbiyah yang sangat jempolan. Kata2nya itu nyindir tapi ngena, jadi tidak ada perasaan sakit hati, yang ada adalah perasaan untuk ingin berkembang.

Disana, beliau bercerita bahwa amanah itu memang banyak. Bahkan sebuah pepatah (atau hadits saya lupa .red) mengatakan “kewajibanmu lebih banyak dibandingkan waktu yang ada”. Beliau bercerita bahwa sebetulnya keseluruhan ini adalah pintar2nya kita me-manage pikiran kita.

Ngena banget, soalnya saya itu orang yang panikan, riweuh, dipikir ribet jadi yang ada amanah satu aja kayak punya seribu amanah.

Lalu beliau bercerita lagi, “Kesibukkan itu adalah hal yang baik. Kenapa? Bayangkan kalau hidup kita hanya diisi oleh duduk2 saja, main2 saja.. Jadi, kesibukkan kita itu akan membuat waktu yang kita miliki tidak sia-sia sepenuhnya.

Disini, pemikiran saya mengenai usia terbayangi. Siapa yang tahu ajal datang menjemput, siapa yang tahu saat ini ternyata pukul berapa saya akan wafat di tempat yang demikian.. Bukan artinya menghindari itu. Bukan! Tapi persiapan yang kita punya.

Persiapan apa aja? Ugh.. Saya belum punya persiapan sematang khulafaurrasyiddin, Aisyah, Siti Khadijah, dan 10 orang yang dijamin masuk surga lainnya. Rasanya ya betul.. Saya belum bisa merelakan keduniawian yang saya inginkan ini.

Sebetulnya bukan keduniawiannya, tapi saya tak ingin menangguhkan masalah2 yang sedang merenggut waktu saya untuk tidak sia-sia. Dan mungkin inilah sebab saat gempa bumi yg melanda Bandung, saya tidak jatuh tertimpa atap.. Saat teman saya menjahili saya hampir2 kepala saya terkenal marmer lantai.. Saat saya menyeberang dan tertabrak motor, bukan kepala saya dulu yang menabrak aspal..

Dari itu semua, saya diberi kesempatan hidup satu kali lagi. Saya diberi kesempatan untuk beribadah lagi, mendekatkan diri pada Allah lagi, diberi kesempatan lagi untuk memecahkan masalah ummat ini, diberi kesempatan lagi untuk memperbaiki dunia dari kesalahan-kesalahan kelamnya, diberi kesempatan lagi untuk memperbaiki diri dari hawa nafsu ini.

Namun di lain pihak.. Ya Rabb, semakin usia ini mengurang apakah justru aku menimbun dosa-dosa yang tak terkira sementara taubatanku tak diterima karena bukan taubatan nasuha?

Disinilah aku mengeluh berkali-kali.. Sudah berapa kali aku kalah telak dengan hawa nafsu yang doyan sekali mengontrol pikiran dan hatiku ini? Sudah berapa kali ya lisan ini mendzalimi hati saudara/i ku? Sudah berapa kali ya lisan dan perilaku ini mendzalimi kedua orangtuaku?

Orangtuaku yakin kecewa memiliki seorang anak yg akhlaknya tak terkontrol ini.. Orangtua mana yang tidak ingin akhlakul anaknya adalah akhlakul karimah?

Ya Rabb.. Jangan biarkan waktuku berkurang namun tak kulakukan dengan kebaikan, jangan biarkan siksa kubur menyakitiku selamanya akibat pertanggungjawaban semua hal2 yang mendzalimiku..

Ya Rahman Ya Rahiim..
Aku hanyalah sebutir debu dan Engkau Maha Besar dan Maha Agung dari segalanya. Namun mengapa hamba yang sebutir debu ini memiliki kesombongan selangit???

Usiaku tentu akan semakin mengurang dan Engkau tentunya tahu bagaimana masa depanku.. Aku pasrah terhadapmu namun tentu saja aku akan bertawakal..

Ya Malik Ya Kudus..
Arahkan aku ke jalanMu.. Maafkan.. Maaf apabila aku sendirilah yang telah mendzalimi diriku sendiri.. Maafkan aku ya Rabb..

Semoga postingan ini tidak hanya tulisan belaka.. Namun mampu menyerap menuju iman terdalam kita semua.. Amin..

 

Wahai Muslim, dengarkanlah gaung ini.. October 18, 2009

Filed under: Uncategorized — Amanda Tiara Averousi @ 12:10 am

Assalamualaiakum wa rahmatullah wa barakatuh
Bismillahirrahmanirrahiim

Posting ini saya tulis setelah saya habis nonton film “Long Road to Heaven”. Gak sampai selesai sih, soalnya saya gregetan pengen nulis tiba-tiba. Ya.. Memang ide bisa muncul kapan saja sih.

Okey.. Pertama saya betul2 ingin nulis ini dalam bahasa Inggris! ARGGH!!!!! Where’s your philosophy likes “don’t judge people by their cover”? Huh? (Semoga ada pen-translate yg tertarik ingin translate tulisan saya.. T_T)

Berhubung mungkin saya menonton film itu saat ditengah2 bukan dari awal.. Jadi apabila ada miskom bisa ditulis di komen.

Saya hanya seorang akhwat/cewek/perempuan yang hidup biasa saja di wilayah Indonesia. Tinggal biasa saja namun di dalam otak dan pemikiran ini, timbul banyak pernyataan2 yang ingin saya tegaskan pada dunia.

Walau saya hanya seorang anak SMA yang masih kecil, tapi ini adalah kebebasan berpendapat. Betulkan? Media sekarang yang mengajarkan demikian. Hal sia-sia layaknya sinetron, ghibahtainment atau lainnya yang menjadi booming di Indonesia saja diperbolehkan, lah ini? Sebuah pen-syiaran dari agama Islam dihalang-halangi?

Ya dianggap mencurigakanlah , diwaspadai lah.. Segalanya men-suudzan/berpikir negatif agama Islam. Ingat, suudzan tipis batasnya dengan waspada.

Oke..
Di film itu terdapat banyak statement dan perilaku yang membuat saya tergores hatinya. Lihat, saudara2ku umat Muslim! Kita dianggap teroris!? Ha.. Krik krik krik

Apakah ini sebuah kesirikan sebuah pemerintahan yang tidak menyukai banyaknya umat Muslim? Atau sebuah pemfitnahan yang datang agar umat Muslim memberontak dan timbullah kemenangan Islam? Atau sebuah judgement menyakitkan yang muncul karena generalisasi?

Judgment ini telah membuat doa-doa yang kita lantunkan, takbir yang kita dengungkan dengan tulus ikhlas menjadi sesuatu yang ditakuti, sesuatu yang diwaspadai.

Wahai orang2 yang beriman.. Bayangkan suatu saat nanti.. Dimana dengungan takbir tidak dikumandangkan lagi, karena ketakutan tak ada dasarnya akibat pemfitnahan ini?? Dimana doa-doa dilupakan karena menakutkan saat kita mengucapkannya sebab bisa dianggap public enemy?? Dimana saat kita membaca Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita malah malu-malu dan takut karena dianggap sebagai pernyataan yg salah karena pemahaman yg salah??

Fyuh.. Saya hanya bisa mengepalkan tangan dan menahan amarah ini. Tak mungkin saat ini saya berteriak di hadapan istana presiden dan berkata “INI SEMUA SALAH!!”. Justru bisa saya ditangkap dan dicap teroris juga.

Lalu apa yang bisa kita lakukan sekarang??
Mana mungkin hanya bertahan dengan judgment-judgment menyakitkan ini padahal yang ditekankan oleh judgment itu adalah agama kita! Pegangan hidup kita!

Bahkan umat Muslimnya pun menganggap penggiat dakwah sebagai benih2 teroris. (Hah? Gak salah dengar?). Ya itulah yg saya pertama kali tangkap sewaktu belum menjadi aktivis dakwah ini.

Umat Muslim.. Mungkin kalian aneh dan merasa “Aduh ini kan ajaran DKM”.. Aduh ckckck.. Buang pemikiran itu deh. Mana mungkin ajaran DKM dan ajaran Islam berbeda! Ha..

Postingan ini hanya ingin mengajak kalian semua membuka mata hati kalian.

(eh lupa)

Saya belum ngasih sebuah solusi diantara ribuan solusi. Dari sudut pandang saya.. Doa adalah kekuatan umat Muslim.

1. Berdoalah
Betul. Betul-betul kekuatan Muslim. Bahkan tarbiyah/mendidik pun mengajarkan demikian. Saat kita men-syiarkan Islam, lakukan pentarbiyahan perlahan2. Lalu saat ia mulai menolak tarbiyah itu, jangan memaksa. Tapi mendoakannya.. Itulah kekuatan Muslim.

2. Do what you do
Lihat dan lakukan. Bukan artinya berkoar2 demikian. Itu boleh, tapi lihat dari segi ilmu dan pemahaman. Lihat apakah orang2 yg akan kita orasikan itu orang2 yg berilmu atau bagaimana.. Dari segi pemahaman. Lakukan.

“Jika kau melihat suatu kemungkaran, rubahlah dengan tanganmu. jika kau tidak mampu, rubah dengan lisanmu. jika kau masih tidak mampu, gunakan hatimu. dan itulah serendahnya iman “

Kalian yang membaca saya yakin orang yang berilmu dan berpikir. Toh untuk apa memiliki otak namun tidak digunakan? Kalian semua cerdas! Daripada menggunakan waktu untuk kesia-siaan, gunakanlah untuk melakukan hal besar yang bisa menuliskan namamu di tinta dunia sejarah. Amin..

Berhubung saya gak ada ide lagi, saya lanjutkan postingan ntar. Sekarang, saya tunggu pergerakan itu

 

Saudaraku.. October 16, 2009

Filed under: Uncategorized — Amanda Tiara Averousi @ 8:44 pm

Bismillahirrahmanirrahiim..
Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh..

Postingan ini teruntuk saudara-saudaraku di jalan dakwah ini.. Jalan yang panjang, berkerikil, dimana hanya sedikit peminatnya dan penikmatnya, namun indah nikmat Allah-nya.. Amin..

Saudaraku,
Saat semua orang tertawa dengan kebahagiaannya masing2,
Saat aku menyendiri dengan wajah tertunduk,
Saudaraku, hanya engkau yang tahu..

Saudaraku,
Saat aku telah menapaki jalan yang membunuh diriku sendiri,
Saat ilmu telah menjadi pedang bagiku sendiri,
Saudaraku, kau tahu solusi terbaik bagiku..

Saudaraku,
Kutahu saat kau terlepas dari jangkauanku,
Saat kita terpisah di ruang dan waktu
Saudaraku, ikatan yang Allah rantaikan ini tetap terasa..

Saudaraku,
Disaat tawa dan canda kita melebur menjadi tangis haru,
Saat aku tak tahu apa yang harus kulakukan,
Saudaraku, kau akan bersandar di bahuku dan menenangkanku..

Setahuku..
Kita tak pernah bertemu saat dahulu,
Namun Allah telah merencanakan sebelumnya,
Merangkaikan suatu ikatan suci untuk konsisten di jalan dakwah..

Amal jama’i..
Hal yang diajarkan oleh murabbiku setiap ada halaqah rutin,
Tulusnya perilaku yang kalian pancarkan,
Rasa cinta yang tak tergantikan karena Lillahi Ta A’la,

Ah.. Indahnya itu semua..
Tak ingin aku melepaskan diri dari ikatan suci ini..
Tak ingin aku melupakan memori-memori indah kita bersama..
Tak ingin aku menutup mata dari wajah-wajah bersemangat itu..

Saudaraku, seumat dan seiman..
Ketulusan kalian, kebaikan kalian dan kecintaan kalian..
Kuyakin tak mampu kumenyainginya..
Namun satu yang kuharapkan..
Jangan biarkan ikatan suci ini terputus..

Ingat sulitnya ikatan ini merekat saat renggang,
Ingat sulitnya ikatan ini disatukan dari berbagai latar,
Ingat sulitnya ikatan ini menahan goncangan dari hawa nafsu..

Saudaraku,
Kumencintai kalian karena Allah..
Senantiasa kulantunkan ketulusan doa untuk kebaikanmu..
Senantiasa kunasihati saat kau melenceng dari jalan dakwahmu..
Senantiasa kuakan menjagamu..

InsyaAllah..

-Amanda, NK 11. Jum’at, 16 Oktober 2009. 20:42 PM-

 

Sepercik Cinta dan Iman#2 October 14, 2009

Filed under: Uncategorized — Amanda Tiara Averousi @ 7:52 pm

Ya kita kembali lagi setelah memohon2 pada orangtua utk meminjam modem.. Ya sama seperti topik sebelumnya, sy ingin membahas cinta-cinta lagi..

Setelah sy minta kalian baca posting sebelumnya, sy pengen kalian merenungkan beberapa hal. Cinta itu hal yg sakral, krusial dan suci. Cinta bukan sekedar “Ih dia ganteng”, lalu menyukainya.

Bukan.. Bukan itu..

Dari sudut pandang saya, cinta itu hal yang luarbiasa kali ya? Bukan artinya sok romantis atau apa, tapi saya gak bisa memvonis saya itu cinta atau tidak. Bahkan saya takut.. Setelah mencintai seseorang, trnyata cinta saya melebihi cinta hakiki pada Allah..

Nah loh..

Itu gak boleh! Jangan sampai kenikmatan yang Allah berikan karena kemanusiawian kita itu berakibat mengalahkan cinta pada Allah. Mungkin kalian bakalan merendah, “Aduh saya tuh gak bisa cinta sebegitunya..”

Nah gini aja deh. Sebetulnya apa yang membuat kalian suka sama si ikhwan/cowok itu? Kalo jawabannya mayoritas luar diri cowok itu, bayangkan satu hal. Mereka hanya ganteng dan baik attitude saat ada di deket kalian. Makanya media pacaran itu bisa jadi media munafiknya dua ikhwan-akhwat itu.

Nah beda lagi kalo jawabannya mayoritas sifatnya. Kenapa kalian tidak melakukan apa yang kalian cintai pada ikhwan/cowok itu kalian aplikasikan pada Allah? Wah kalian akan merasakan yang namanya keringanan dalam melakukan ibadah.

Zzz..
Ketawa dulu deh.
HAHAHHAHAHAH
(naon??)

Kita turunin dulu deh flownya. Hehe..

Dari sini, saya cuman ingin kalian mempertimbangkan. Susah ko saya tau untuk memberhentikan apa yang kalian lakukan selama ini. Pasti susah.. Betul ko. Gak jauh beda dgn menyuruh seorang ikhwan/cowo utk berhenti ngroko (meureun)

Pertimbangkan saja.. Memang mungkin kalian merasa yang sy tulis ini jauh beda dgn yg kalian pikirkan. Tapi yang pengen saya katakan, jgn pernah bilang hanya karena saya seorang aktivis dakwah dan lainnya..

Saya sama2 muslim kayak kalian ko. Gak ada yg namanya, “Ajarannya anak DKM” dan lainnya. Dan sesama Muslim itu wajib mengingatkan dan saling menasihati demi menjaga keutuhan kebersamaan seiman mereka..

Semoga bisa menjadi bahan pertimbangan kedepannya.. Yang kalian takuti juga bukan saya, tapi takutilah Allah dan nerakaNya yang di musim hujan juga panas sekali!!

Sip? Saya yakin pembaca otaknya lebih pintar dan lebih berilmu. Jangan sia-siakan waktumu dgn berpikir hal yg lebih sia-sia dibanding tugasmu sebagai seseorang yg ditunggu untuk membuat perubahan besar di dunia.

Ucapkan takbir sekerasnya!! ALLAHU AKBAR!!!!!!!!!!!!

 

Sepercik Cinta dan Iman #1 October 13, 2009

Filed under: Uncategorized — Amanda Tiara Averousi @ 7:49 pm

Bismillahirrahmanirrahiim..
Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..

Halo apa kabar semuanya? Lama saya tak posting karena ada UTS dan puasa internet (alah). Ya begitulah keadaan saya sedang tidak baik akibat terlalu banyak internet.

Untung skrg mah internetnya bayar jadi rada males juga online suka dibatasin ma ayah dan ibu..

Ya sudahlah mari kita menceritakan postingan ini ^^

Awalnya saya punya sebuah traumatis kecil akibat cinta. Ya getek sih kalau membicarakan hal ini. Sebetulnya bukan getek, tapi saya suka kesal dgn masalah sepele fitrah manusia ini. Mengapa? Karena rumit dan ribet.

Untuk itulah saya suka sebel kalau ada org yg membicarakan cinta dan segalanya bla bla bla yg beradu terberat manakah masalah cinta saya dgn yg lain dan biasanya bangga dgn masalahnya yg paling berat. Haa aneh

Cinta bagi saya hal yg sangat unik dan biasa. Unik karena tiap orang punya kesan cinta dari sudut pandang masing2. Ada yang kesel, bete, atau traumatis.. Ya fitrah juga dgn adanya perbedaan pendapat.

Cinta juga biasa aja. Soalnya cinta ya cinta. Begitu2 ya cinta. Keceng sana keceng sini, gandeng sana gandeng sini, tiba2 BRUK si “dy” pacaran sama yg lain atau BRUK tiba2 si “dy” nembak kita atau lainnya..

Manusiawi sih hanya saja pengekspresiannya yg kadang jarang manusiawi.. (Eaa maksudnya apa bos?) Satu kata. Pacaran.

Pernah muncul di benak saya.. Kenapa ya orang yg putus itu biasanya meninggalkan luka baik di cewek atau di cowok itu. Ya sudut pandang ga penting tapi lihat deh mudaratnya. Kasian atuh? Silaturahmi jadi mentok gara2 putus akibat suatu masalah yg sepele namun mengganggu.

Wah.. Ckckck..

Pernah muncul juga di benak saya.. “Habis manis sepah dibuang”, emang banget. Saya denger crta temen2 saya baik yg sudah ber”pengalaman”katanya dan yg belum, rata2 mereka menunjukkan sifat baiknya di awal2 dan sisanya parah. Wow.. Dan disitulah setan2 mulai memunculkan bisikan2, “Kebaikan dy itu lebih daripada yang lain loh! Wah kayaknya suka kamu nih..”

Nah statement yg manusiawi hanya saja pengekspresiannya kurang manusiawi, maksud saya itu pacaran itu media opo toh?

Temen sy bilang, “Pacaran kan bkn jadi ajang utk pegang2 tangan dan lainnya tau!” Lalu temen yang lain bilang juga “Ya pacaran Islami dan sehat aja.. Pacaran tapi gak pegangan, jaga hatinya dan yang lain”.

Nah, pertanyaan sy berbalik deh. Pacaran Islami kyk gimana? Gak pegangan tangan, gak sentuhan, gak tatap2an dan lainnya ya maksudnya? Kalo gitu kenapa harus dikatakan pacaran? Kenapa gak temenan aja? Toh situasinya sama gak pegangan dan lainnya tapi dikatakan pacaran?

Pacaran dikatakan sebagai hal lumrah yang digunakan utk orientasi nikah. Padahal, kalo yg sy perhatikan.. Akhwat dan ikhwan itu saat bertemu utk Apple eh ngapel biasany mereka dandan secantik/secakep mungkin. Nah, berarti ntar kalau jelek mereka gak suka dong?

Wah itu namanya mendzalimi kita atuh. Kita mengeluarkan uang sebanyak mungkin utk membeli peralatan kosmetik sementara banyak anak2 temen sekelas kita yg merana karena gak bisa bayar SPP atau DSP mereka.

Padahal udah bosen saya ngeliat orang2 berlomba utk mencari kecantikan luar yg relatif dimana2. Dimanakah kecantikan dalam yang dicari2 orang selama ini? Kalau ikhwan2 di luar sana berpikir seperti sy, sy pengen mereka mikir.

Kalau akhwat cantik itu akan menjadi TUA! Percuma mengagumi kecantikan mereka dan lainnya, toh suatu saat mereka menjadi tua! Tapi lihat apa yang abadi? Kecantikan dalam yg jarang terlihat.. Ugh..

(Berlanjut ke part 2.. Afwan disuruh belajar!)

 

Seorang Amanda October 10, 2009

Filed under: Uncategorized — Amanda Tiara Averousi @ 10:17 pm

Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Bismillahirrahmanirrahiim..

T_T
Ya beginilah saya
Merasa sendirian di tengah-tengah keramaian. Betul kata seorang akhwat yg menyatakan sy itu polos kalau menutupi suatu keganjalan. Oya? Wew.. Alhamdulillah deh..

Ya emang sy gabisa bohong kalau ada banyak kerikil di otak sy ini.. Rasa2nya baru kemarin dimana sy lepas dari masalah2 yg menyangkut hidup-mati saya (alah lebay) dan segalanya

Lalu muncul lagi masalah yang menyangkut izzah sy. Argh. Oke, Mand just calm. It’s all about PROGRESS

Yeah saatnya menjadi dewasa Mand. Saatnya matamu lebih terbuka untuk menanggapi masalah2 yang kualitasnya mungkin udah expert bagi penikmat hidup. Dan bagaimana caramu mengatasinya adalah suatu jalan utk membentuk wibawamu.

Menjadi anak bau kencur di sebuah bidang yang sangat dikatakan baru membuat sy lieur oge sih. Dalam waktu setahun sy bisa ngerti apa itu mendidik, terdidik, menyiarkan dan segala hal berbentuk dakwah.

Hmm.. Oke itu sangat asyik memang. Toh sy juga awalnya mencintai menasihati orang dan sekarang sy diajarkan utk menggunakan kacamata Islam.

Lambat laun aku pun memiliki adik2 kelas 1 yang juga beberapa masih asing dgn dunia dakwah ini. Dan itulah tugas amanahku utk membuat dakwah itu tidak asing. Gak kayak sy waktu kelas 1 SMA yg mendengar kata dakwah itu ingetnya ke teroris. Untunglah pas telah paham betul, sy punya sebuah egoisme utk mengatakan hal yg benar.

Yap di sebuah surat di AlQuran tercantum bahwa berilah pemahaman terhadap agama lain (gak usah jauh2 dulu deh. Ke wilayah Islam di sekolah dulu aja) sehingga mereka tidak memperolok-olok dan mencera Allah.. T_T

Nah disinilah adanya urgensi tarbiyah. Maksudnya, pentingny mendidik mereka2 dan kita2 utk mampu menyiarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin

Hari terus berlanjut dan aku telah memegang amanah urgent di dunia dakwah ini. Sebagai tim yg menjadi jantung dakwah. Pemompa darah dan hidup ruhiyah dari para kader dakwah.

SEMANGAAAAAAAAAAT!!!!!!

 

Saya gak suka debat. So? September 21, 2009

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Bismillahirramhanirrahiim

Zzz.. Kita ketemu lagi di postingan terbaru saya! Aha! ^_^ Disini saya mau memaparkan (sukur2 kalo orangnya sadar. haha) suatu hal dimana sang orang tersebut selalu agak gimana tiap saya berpendapat.

Biasanya saya kalau berpendapat itu bisa diterima dan biasanya juga ditolak secara ya logis lah. Tapi bukan berarti tiap saya berargumen selalu ditolak gituloh. Heu.

Gini, ada seseorang yg membuat saya mengerti arti mengendalikan kata2 untuk berpendapat. Tapi, justru dy yg membuat saya malah tidak bisa berpendapat karena ia terlalu nentang pendapat saya tiap saat. Bukannya ngasih pengaruh yg positif kok jadi ngasih pengaruh yg negatif yah? Hm..

Ditambah juga dimana saya itu orangnya perasa banget. Jadi langsung gak enak sama orang itu. Takutnya kalau saya ngomong apa dan salah pasti dy jadi gimana gitu. Lalu saya mengerti suatu hal bahwa saya orang yang tidak suka debat.

Awalnya ini justru saya rasa sebagai kelemahan. Karena akhirnya orang menilai karena sifat pengalah saya ini dijadikan sebagai orang yg kalah debat. Padahal saya emang gak suka debat. Entah kenapa kalau debat itu malah menimbulkan saya speechless gak bisa bicara apapun dan jadi males berargumen juga.

Tapi ternyata setelah lama bergaul di komunitas dakwah sekolah di SMA 5 Bandung alias DKM NK, saya diberitahu sesuatu bahwa debat itu gak boleh!

Nah loh..

Karena debat membuat ukhuwwah itu renggang. Yup bener banget. Alasan saya gak suka debat adalah karena sang pendebat pasti ingin mengalahkan argumen orang lain itu. Dan biasanya kalo udah 2 orang berdebat, harus ada 1 orang lagi yg menenangkan 2 pendebat itu dan memberi solusi. Jadi intinya, para pendebat itu hanya ingin beradu. Kalau ingin menemukan solusi namanya diskusi

Belum lagi kalo debatnya udah bawa2 yg namanya keras kepala dan pake marah2an. Wuih.. Bisa plus2 bawa catetan amal buruk ke malaikat cuy

Jadi apa inti dari ini semua?
Antara debat dengan diskusi emang punya garis tipis. Bedanya, debat itu lebih condong mengartikan “mematahkan argumen” doang dan pasti agak melukai hati karna bahasanya yg mgkn frontal atau sebagainya. Kalau diskusi itu lebih ke arah emang debat sih ada tapi masing2 tiap orang itu punya tujuan yg sama.

Artinya sikap saya yg gak suka debat itu positif dong ya? Hehe.. Tapi bukan berarti saya gak suka berargumen kok, saya suka tapi dalam bentuk “ngasih pendapat”. Bukan mematahkan argumen orang lain..

 

Kecanduan Internet September 14, 2009

Filed under: Uncategorized — Amanda Tiara Averousi @ 9:33 am
Tags:

Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Bismillahirrahmanirrahiim..

Ea.. Ramadhan telah selesai euy! Gimana amalan? Tercapaikah targetan? Kumaha Mand tercapai gak? *Eum.. Nggak.. T.T* Okey di postingan kali ini sayeu mau membahas mengenai suatu penyakit yang telah mendarah daging di otak ini juga.

Yap eta pisan.. KECANDUAN INTERNET. Sebetulnya penyakit ini muncul sejak saya kelas 1 SMP dimana sedang gencar2nya Friendster. Tapi, karena saat itu gak punya internet dan uang pas2an buat ke warnet, males jadinya.

Lalu tahun2 berganti tahun dan detik berganti detik, akhirnya ditemukan sebuah invention wah yg namanya hape modem SMART. Okeh, disini saya cukup antusias dan tergila2 dgn internet. Kejadian ini berlangsung saat saya kelas 1 SMA. Tapi karena makenya duaan dan laptop cuman 1 di rumah, jadi gantian sama ayah.

Lalu.. JRENG. Saat ibu ke Aceh untuk jenguk uyut Manda yang sakit. Pulang dari sana, ibu saya bawa dua tas yg cukup berat dan ternyata.. JREEEENG Manda dan abang dikasih laptop. Loncat lah sayeu dari mobil buat nyambut laptop baru itu.

TETOT.. Ternyata laptop yg hitam itu beuraaaaaat nian dan tidak bagus. OS masih 1997 dan kecepatan sangat lambaat nian. Jadi ada dua laptop. Yang satu compaq dan satu lagi Toshiba. Awalnya saya niat yg compaq buat ane taunya pas liat lagi.. Eum.. Toshiba nancap di hati

Berantem sama kakak buat dapetin yg Toshiba, akhirnya abang pake yang acer. Berhubung ayah punya notebook, dan ibu sekarang pake PC yg gede dan gak bisa dibawa *you know lah itu apeu..* akhirnya sekarang tiap orang punya laptop sendiri2

Disinilah.. Kecanduan internet berlangsung. Tilawah gak kekejar, shalat suka gak tepat waktu, suka ketiduran, badan pegal2, kurang olahraga.. Beuh.. Jadi gini anak tarbiyah tuh? T.T

Tapi kalo udah jauh dari yg namanya internet, kayak lepas suatu hal dan bisa tilawah. Tapi saat ngeliat laptop toshiba putih nganggur di kamar dan ada hape modem SMART disampingnya, langsung jelalatan mata dan nyalain plus gak tidur2 12 jam..

Please.. Anybody in outside.. I need help urgently. Pelajaran kececeran, kesehatan rada keganggu dan waktu terbuang sia2.. T.T

 

Akhwat sejati…#3 September 13, 2009

Filed under: Uncategorized — Amanda Tiara Averousi @ 2:39 am
Tags: , , , ,

Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh..

Jumpa lagi dengan part 3 membahas akhwat sejati by my point of view.. Hehe.

Oke kita ke bait berikutnya yukz..

Akhwat Sejati…
Bukan dilihat dari seberapa banyak dan besar ujian yang dijalani…
Tetapi dari sejauh mana dia menghadapi ujian dengan kesabaran…

Hmm.. Namanya juga khalifah fil ardhi yah.. Selalu digoncang ujian terus demi menempa diri mereka. Nah, disini kita dituntut untuk bertahan atas penempaan diri ini.

Kesabaran itu hal yang paling sangat sulit. Toh saya aja masih ngamuk2 kalau udah kesel sama suatu hal (tapi langsung ilang sih sekali dikeluarin). Cara sabar gak perlu konsultasi ke dokter, psikologi atau mbah dukun sekalipun kok! Cukup dengan menghela nafas, baca basmalah dan hadapi dengan wajah tegar plus ringan. Satu lagi, jangan pake ngeluh (ugh! ini yg tersulit)

Kadang kalau udah sebel banget dan males, bibir ini gak bisa nahan diri untuk yang namanya MENGELUH. Haa.. Saya susaaaah buanget untuk gak ngeluh sekalipun. Yang ada persepsi negatif loh.. Ntar dianggep manja, gak bisa dikasih amanah besa2, pengen dikasihanin.. Nah loh..

Jadi, coba aja trik diatas. Baca basmalah dan hadapi dengan ringan. Tapi bukan berarti menggampangkan loh.. Bisi takabbur hayoh..

Akhwat Sejati…
Bukan dilihat dari sifat supelnya bergaul…
Tetapi dari sejauh mana dia menjaga kehormatannya dalam bergaul…

Masih mengenai izzah dari akhwat.. Buat apa bergaul mpe kalangan atas setinggi2nya (mpe Monas) tapi izzah gak terjaga? Badan dipegang2, kehormatan udah gak tau kemana.. Ckckck..

Udah saya bilang (dan orangtua kita bilang), barang di etalase lebih mahal harganya dibanding barang di jalanan yg segelnya aja udah kemana2. Pertahankan izzah diri kita, ukhti..

Karena sekali izzah kita buruk, selamanya akan buruk.. Walau sudah dianggap angin lalu, pasti masih menimbulkan segores ingatan perbuatan buruk kita..

——————————

Loh? Udah selese yah?

Nah.. Gimana sekarang nih? Setelah baca ulasan kecil mengenai bab menjadi akhwat sejati, ada yang bertekad untuk berjuang menjadi Aisyah atau Siti Khadijah atau istri2 Rasulullah yang lain?

Inget aja ayat yang menyatakan “…Wanita-wanita yang keji akan mendapatkan pria-pria yang keji dan wanita-wanita yang baik akan mendapatkan pria-pria yang baik…”

^^ Mari berjuang bersama2, ukht…

Wassalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh

 

Akhwat sejati…#2 September 11, 2009

Filed under: Uncategorized — Amanda Tiara Averousi @ 9:15 pm
Tags: , , , , , ,

Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh.. ^^

Kembali lagi dengan lanjutan part 1 mengenai akhwat sejati. Bagaimana ya menjadi akhwat sejati? Hehe.. Toh saya juga gak bisa kok.. Masih ada jeleknya. Konon, setelah bait2 mengesankan itu ada sebuah tulisan lagi di bawahnya yg menuliskan..

“ayah, jadi siapakah akhwat sejati itu?”

“Aisyah, istri Rasulullah…”

tapi sekali lagi.. bukannya gak bisa loh. justru akhwat yang bisa mencapai kayak Aisyah itu udah kuereen lah.. T.T

Akhwat Sejati…
Bukan dilihat dari begitu banyaknya dia melakukan kebaikan…
Tetapi dari keikhlasannya memberikan kebaikan itu…

Bagaimana caranya untuk ikhlas ya?
Ikhlas itu bukan berarti melakukan pekerjaan tanpa pamrih apapun. Karena pada hakikatnya pasti mengharapkan sesuatu yaitu pahala dari Allah swt., jadi saat kita mengeluh kita harus mengingat bahwa tiap amal yang kita kerjakan itu, sekecil apapun pasti akan menjadi deposito kita di akhirat kelak.. InsyaAllah..

Gimana? Udah clear sama jawabannya, ukht? ^^

Akhwat Sejati…
Bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya…
Tetapi dari apa yang sering mulutnya bicarakan…

Lantunan suara? Zzz.. Bandingkan suara Manda dengan Celine Dion deh.. Mana yang lebih terpukau? Jawabannya ya pasti jaooooh. Haha. Eits jadi kemana2.. Haa..

Percuma punya suara sebagus Menara Eiffel *hah?* atau Menara Miring Pisa *hah??*! Beneran deh.. Kalau suaranya cuman bisa digunain dengan godain ikhwan/cowok di kelas atau di dekat hijab biar penasaran, mending kasih suara kamu buat berbakti pada mushaf yang udah debuan, udah berjaring laba2 di pojok lemari kamu deh..

Lebih guna dan kalau suara kamu itu bagoes banget orang2 bisa terpukau.. Terpukaunya itu plus lagi! Udah ditambah suara bagus, nambah lagi shalihah.. ^^ Siapa juga yang gak pingin berteman dan bersama muslimah shalihah?

Akhwat Sejati…
Bukan dilihat dari keahliannya berbicara…
Tetapi dari bagaimana caranya berbicara….

Kalo part ini rada blank saya. Awalnya mau jelasin mengenai bahwa bicara itu lebih baik yang tiap ucapannya mengandung butiran hikmah. Tapi ternyata di part atasnya ada tulisan “..Bukan dilihat dari keahliannya berbicara..” Langsung blank

Wallahu a’lam.. Afwan jiddan ya T.T

Akhwat Sejati…
Bukan dilihat dari keberaniannya berpakaian…
Tetapi dari sejauh mana dia mempertahankan kehormatannya…

Nah ini nih..
Izzah atau harga diri itu penting dimiliki seorang akhwat. Apa nggak malu ya kita.. Di Al-Quran dan di Islam sekalipun, akhwat itu diagung-agungkan atas kehalusan perasaannya, kebaikan hatinya, dan lainnya yang indah2 dan tidak dimiliki ikhwan.

Tapi setelah diagung2kan di Al-Quran, malah gak bisa jaga izzah mereka? Ckckck.. Emang gak gampang sih menunjukkan harga diri.. Tapi kalo bagi saya, satu hal yang bisa menaikkan harga diri seorang akhwat itu dengan cara beribadahlah dan tertutuplah.

Karena brownies yang di etalase justru lebih mahal kan daripada brownies di pinggiran? Wajar.. Barang yang tertutup harganya lebih mahal loh..

Akhwat Sejati…
Bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang dijalan…
Tetapi dari kekhawatiran dirinya yang membuat orang tergoda…

“Siut siut.. Adeuuuh”
Nah nah.. Kalau udah lewat jalanan banyak abang2 yang maen gapleh, atau megang botol yang bisa aja botol kecap atau etc., suka dengar kata2 itu kan?

Saya juga gak suka kali.. Tapi apa faktor mereka siul2an kayak gitu *dianggep kita burung apa yah?* yah?

Coba lihat dari penampilan kita dulu deh. Justru mereka berani bersiul2 kayak manggil burung merpati tuh karna penampilan cover kita.. Apakah bentuk lemper yang cuman tertutup doang tapi atasnya nggak atau lainnya? Usahakan berpakaian jangan membuat celah untuk digoda..

Karena dongkol sih boleh, cman kalau sampai kamu nantang juga gak bagus atuh.. Masa akhwat terpelajar marah2 ke cowok2 yang emang pengen gangguin doang.. Namanya cari pelajaran ntu..

(NEXT: part 3.. Afwan yah saya , mau tidur bentar.. Hehe)

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.