Ukhti Manda Bercerita

Bismillahirrahmanirrahiim

Sepercik Cinta dan Iman #1 October 13, 2009

Filed under: Uncategorized — Amanda Tiara Averousi @ 7:49 pm

Bismillahirrahmanirrahiim..
Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..

Halo apa kabar semuanya? Lama saya tak posting karena ada UTS dan puasa internet (alah). Ya begitulah keadaan saya sedang tidak baik akibat terlalu banyak internet.

Untung skrg mah internetnya bayar jadi rada males juga online suka dibatasin ma ayah dan ibu..

Ya sudahlah mari kita menceritakan postingan ini ^^

Awalnya saya punya sebuah traumatis kecil akibat cinta. Ya getek sih kalau membicarakan hal ini. Sebetulnya bukan getek, tapi saya suka kesal dgn masalah sepele fitrah manusia ini. Mengapa? Karena rumit dan ribet.

Untuk itulah saya suka sebel kalau ada org yg membicarakan cinta dan segalanya bla bla bla yg beradu terberat manakah masalah cinta saya dgn yg lain dan biasanya bangga dgn masalahnya yg paling berat. Haa aneh

Cinta bagi saya hal yg sangat unik dan biasa. Unik karena tiap orang punya kesan cinta dari sudut pandang masing2. Ada yang kesel, bete, atau traumatis.. Ya fitrah juga dgn adanya perbedaan pendapat.

Cinta juga biasa aja. Soalnya cinta ya cinta. Begitu2 ya cinta. Keceng sana keceng sini, gandeng sana gandeng sini, tiba2 BRUK si “dy” pacaran sama yg lain atau BRUK tiba2 si “dy” nembak kita atau lainnya..

Manusiawi sih hanya saja pengekspresiannya yg kadang jarang manusiawi.. (Eaa maksudnya apa bos?) Satu kata. Pacaran.

Pernah muncul di benak saya.. Kenapa ya orang yg putus itu biasanya meninggalkan luka baik di cewek atau di cowok itu. Ya sudut pandang ga penting tapi lihat deh mudaratnya. Kasian atuh? Silaturahmi jadi mentok gara2 putus akibat suatu masalah yg sepele namun mengganggu.

Wah.. Ckckck..

Pernah muncul juga di benak saya.. “Habis manis sepah dibuang”, emang banget. Saya denger crta temen2 saya baik yg sudah ber”pengalaman”katanya dan yg belum, rata2 mereka menunjukkan sifat baiknya di awal2 dan sisanya parah. Wow.. Dan disitulah setan2 mulai memunculkan bisikan2, “Kebaikan dy itu lebih daripada yang lain loh! Wah kayaknya suka kamu nih..”

Nah statement yg manusiawi hanya saja pengekspresiannya kurang manusiawi, maksud saya itu pacaran itu media opo toh?

Temen sy bilang, “Pacaran kan bkn jadi ajang utk pegang2 tangan dan lainnya tau!” Lalu temen yang lain bilang juga “Ya pacaran Islami dan sehat aja.. Pacaran tapi gak pegangan, jaga hatinya dan yang lain”.

Nah, pertanyaan sy berbalik deh. Pacaran Islami kyk gimana? Gak pegangan tangan, gak sentuhan, gak tatap2an dan lainnya ya maksudnya? Kalo gitu kenapa harus dikatakan pacaran? Kenapa gak temenan aja? Toh situasinya sama gak pegangan dan lainnya tapi dikatakan pacaran?

Pacaran dikatakan sebagai hal lumrah yang digunakan utk orientasi nikah. Padahal, kalo yg sy perhatikan.. Akhwat dan ikhwan itu saat bertemu utk Apple eh ngapel biasany mereka dandan secantik/secakep mungkin. Nah, berarti ntar kalau jelek mereka gak suka dong?

Wah itu namanya mendzalimi kita atuh. Kita mengeluarkan uang sebanyak mungkin utk membeli peralatan kosmetik sementara banyak anak2 temen sekelas kita yg merana karena gak bisa bayar SPP atau DSP mereka.

Padahal udah bosen saya ngeliat orang2 berlomba utk mencari kecantikan luar yg relatif dimana2. Dimanakah kecantikan dalam yang dicari2 orang selama ini? Kalau ikhwan2 di luar sana berpikir seperti sy, sy pengen mereka mikir.

Kalau akhwat cantik itu akan menjadi TUA! Percuma mengagumi kecantikan mereka dan lainnya, toh suatu saat mereka menjadi tua! Tapi lihat apa yang abadi? Kecantikan dalam yg jarang terlihat.. Ugh..

(Berlanjut ke part 2.. Afwan disuruh belajar!)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.